Ribuan anak-anak kini
terancam mati kedinginan di jalanan yang telah hancur di Aleppo. Ratusan keluarga berkumpul di jalanan, sementara
temperatur udara mencapai minus derajat Celcius pada Sabtu 17 Desember 2016.
Para orangtua membakar
sampah dan menyelimuti tubuh anak-anak dengan selimut, sementara mereka
menghadapi dua pilihan yang menyakitkan: tetap tinggal dalam antrian bus meski
suhu menggigit, atau meninggalkan barisan pergi mencari tempat perlindunga.
Demikian seperti dikutip dari Telegraph,Minggu (18/12/2016).
Temperatur
diperkirakan akan mencapai -3 derajat Celcius pada Sabtu malam. ICRC sudah
mewanti-wanti bahwa anak-anak dan mereka yang terluka paling berisiko tewas
dari udara dingin yang menggigit di Aleppo.
"Musim
dingin ini akan menjadi pembunuh bagi ribuan keluarga yang tak punya
perlindungan dasar bagi tubuh mereka," kata Norwegian Refugee Council.
Saat
itu, pemerintah Suriah menuding pemberontak melontarkan senjata ke arah
konvoi, sementara pemberontak menuduh justru tentara pemerintahlah pelakunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar